Selasa, 16 Oktober 2012

Dji Sam Soe Jelajah Maha Karya Indonesia



Manager Area Marketing PT HM Sampoerna Tbk. Wilayah Bandung Budi Suryanto (kanan) bersama sejarawan Asep kambali.   DEDEN .G PANDAWA

 Catatan Jurnalis-Sebagai merek dagang produk Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang telah berada di Indonesia sejak 99 tahun lalu, Dji Sam Soe memandang perlunya sebuah bentuk apresiasi terhadap mahakarya di Indonesia yang masih begitu banyak dan luar biasa, bahkan sebagian di antaranya masih belum dikenal dan dijamah oleh warga negara Indonesia sendiri. Oleh karena itu, Dji Sam Soe mempersembahkan sebuah program bertajuk Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia.
Budi Suryantoselaku Manager Area Marketing PT HM Sampoerna Tbk. Wilayah Bandung mengungkapkan “Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia hadir di tahun kedua untuk kembali mengajak, memberikan pengalaman menarik yang inspirasional, dan untuk selanjutnya menularkan kecintaan serta kebanggaan terhadap mahakarya Indonesia.”
Dji Sam Soe memandang mahakarya Indonesia terdiri atas mahakarya ciptaan Tuhan, seperti lanskap, barisan pegunungan, maupun hamparan pantai dan laut, serta warisan leluhur seperti kebudayaan yang sangat unik dan berbeda dari setiap daerah di Indonesia, termasuk yang terdapat di Jawa Barat. Contohnya, keelokan gunung Tangkuban Perahu sebagai salah satu gunung yang merupakan sisa gunung purba Sunda yang masih aktif dengan legendanya serta warisan kebudayaan berupa tari Jaipong, angklung, dan wayang golek merupakan ciri khas budaya Sunda yang terus terjaga dari generasi ke generasi.
Berpijak dari fakta-fakta mengagumkan inilah, Budi Suryanto lebih lanjut menambahkan, “Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia mengajak para perokok dewasa yang memiliki semangat jelajah untuk mengenal kekayaan alam dan kebudayaan Indonesia bukan hanya semata-mata secara fisik (raga), tetapi juga menangkap esensi kebudayaan (jiwa) setempat dengan cara melihat dan mengapresiasi karya-karya local genius”.
Sebuah fakta dikemukakan Asep Kambali seorang sejarawan yang menyatakan bahwa misi terbesar yang perlu diraih bangsa Indonesia adalah menggali lebih dalam kecintaan masyarakatnya terhadap Indonesia. “Banyak orang Indonesia yang mengaku cinta Indonesia tetapi memiliki pengetahuan yang sangat sedikit tentang kebudayaan dan kekayaan Indonesia. Ini yang harus kita jembatani, bagaimana kita bisa menggerakkan mereka yang cinta Indonesia untuk lebih menghargai mahakarya Indonesia dan menciptakan inspirasi bagi lingkungannya”, lanjut Asep.
Mengetahui, mengenal, dan berbangga terhadap Indonesia adalah pesan yang Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia sampaikan pada program yang berlangsung dari 17 September - 17 November 2012 di seluruh Indonesia. Melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya, Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia kali ini akan mengajak 36 orang untuk merasakan pengalaman yang tidak terlupakan, inspirasional, sekaligus menimbulkan rasa bangga terhadap Indonesia melalui serangkaian kegiatan di kota Yogyakarta dan Gunung Rinjani.
Hanya 36 orang pemenang berkesempatan untuk melihat warisan kebudayaan dituangkan kembali melalui cara yang kontemporer di kota Yogyakarta. Setelah menikmati suguhan kebudayaan khas Yogyakarta, para pemenang akan berangkat menuju Lombok dan merasakan medan Gunung Rinjani yang bagi sebagian trekker dianggap sebagai jalur trekking tingkat advance. (Deden .GP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Jurnalis - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger