Senin, 03 Desember 2012

15 Personel Pampaspres Ikuti Training Camp BFC



Catatan Jurnalis,Bandung-Sebanyak 18 siswa yang terdiri dari 15 personel Pasukan Pengawalan Presiden (Paspampres) dan 3 personel Pasukan Pengawal Pribadi (Paswalpri) Panglima  TNI, selama 2 bulan mengikuti  training camp di Bandung Fighting Club (BFC). Ke-15  personel tersebut terdiri dari perwira, bintara dan tamtama. Ketua Umum BFC  H. Edwin Sendjaya SE mengatakan, mereka mengikuti latihan Max Martial Art (MMA) . “MMA merupakan kolaborasi  dan campuran berbagai aliran ilmu bela diri yang ada seperti thai boxing, karate, taekwondo, wushu sanshao, gulat dan jujitsu,” ujar Edwin disela-sela memberi materi kepelatihan di Graha Batununggal Indah, Kompleks Batununggal, Bandung, belum lama ini.
Menurutnya, kemitraan BFC dengan Mabes TNI bukan untuk pertamakalinya dijalin. Sebab sebelumnya BFC juga telah mendapat kepercayaan melatih prajurit-prajurit yang berasal  dari berbagai kesatuan elite TNI seperti Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, Detasemen-81/Gultor Kopassus, dan Detasemen Bravo-90 (Den Bravo-90) TNI AU. “Bagi BFC ini tentu saja merupakan kehormatan. Untuk itulah BFC senantiasa memberikan yang terbaik, terutama dari sisi materi kepelatihan. Kami sadar betul kontribusi yang kami berikan belumlah seberapa. Tapi biarpun sedikit, kami telah memberikan apa yang kami miliki khususnya kepada Mabes TNI yang sama-sama kita cintai ini,” tutur Edwin.
Edwin mengatakan, rentang waktu 2 bulan sebetulnya terlalu pendek untuk melatih personel Paspampres dan Paswalpri. “Mereka mulai berlatih sejak 24 September lalu dan akan berakhir pada 24 November mendatang. Karena rentang waktunya singkat, maka materi latihan yang diberikanpun otomatis padat. Setiap hari mereka berlatih tiga kali, kecuali Sabtu siang dan Minggu libur,” ujar Edwin yang dibantu 7 asistennya saat melatih.
“Saya berharap usai mengikuti training camp para personel Paspampres dan Paswalpri tersebut bisa mengaflikasikan ilmu beladiri yang mereka dapat untuk menunjang tugas ketika mereka berada dilapangan, khususnya untuk pengamanan objek-objek vital,” kata Edwin.  Rencananya pada Sabtu (24/11) akan digelar acara penutupan training camp di Kampung Gajah berupa acara seremonial, sparring partner dan pemberian sertifikat dari BFC.
Pelantikan
Ditempat yang sama Edwin mengatakan , Pengda Wushu Indonesia (WI) Jabar kini telah memiliki 19 pengcab, menyusul dilantiknya kepengurusan Pengcab WI Cianjur pada 17 November lalu yang diketuai oleh Pujianto. Menurut Edwin, dengan bertambahnya jumlah pengcab maka pihaknya berharap, bibit potensial atlet wushu akan terus tergali. “Kami juga akan terus mencari bibit baru untuk persiapan PON 2016 mendatang,” ujar Edwin.  (Deden .GP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Jurnalis - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger